GARIS NARASI – Kawasan pesisir Jakarta kembali dihantam bencana banjir rob. Pada Sabtu pagi (22/11/2025) sekitar pukul 09.00 WIB, air laut pasang (rob) dilaporkan menggenangi sebagian besar ruas Jalan RE Martadinata, tepatnya di segmen yang membentang di depan Jakarta International Stadium (JIS), Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ketinggian air yang bervariasi antara 30 hingga 50 sentimeter secara efektif melumpuhkan laju kendaraan dan menyebabkan kemacetan parah di salah satu jalur arteri utama menuju Pelabuhan Tanjung Priok.
Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, banjir rob kali ini merupakan dampak dari fenomena pasang maksimum air laut yang diperparah oleh gelombang tinggi di perairan utara Jawa. Air mulai naik perlahan sejak subuh dan mencapai puncaknya menjelang tengah hari.
Lalu Lintas Terhenti: Kendaraan Kecil Terjebak
Ruas Jalan RE Martadinata, yang biasanya padat oleh kendaraan logistik, kontainer, dan kendaraan pribadi, kini didominasi oleh genangan air berwarna cokelat keruh. Air laut yang meluap dari garis pantai dan melalui saluran pembuangan yang tidak mampu menampung debit, dengan cepat membanjiri badan jalan.
Banyak kendaraan roda dua yang terpaksa memutar balik atau didorong karena mogok. Mobil-mobil pribadi, terutama yang berukuran kecil, memilih untuk bergerak perlahan di jalur paling kanan yang genangannya relatif lebih rendah, menyebabkan antrean panjang yang mengular hingga mencapai Jembatan Layang Ancol.
“Airnya lumayan tinggi, Mas. Kira-kira sebetulnya 40-50 cm di jalur tengah. Motor saya hampir mogok tadi. Ini sudah kejadian rutin setiap musim pasang besar, tapi kali ini terasa lebih parah di depan JIS sini,” ujar Rudi (45), seorang pengendara ojek daring yang ditemui di lokasi.
Polisi Lalu Lintas dari Polres Metro Jakarta Utara segera diterjunkan ke lokasi untuk mengatur arus kendaraan. Mereka memberlakukan sistem buka-tutup dan mengimbau kendaraan non-esensial untuk mencari jalur alternatif, seperti Jalan Yos Sudarso, meskipun jalur tersebut juga mengalami peningkatan volume lalu lintas signifikan.
Dampak pada Akses JIS
Genangan air di depan JIS menimbulkan kekhawatiran, terutama mengingat stadion kebanggaan ibu kota tersebut sering digunakan untuk kegiatan besar. Meskipun genangan tidak masuk ke dalam kompleks stadion, akses keluar-masuk utama menjadi sangat terganggu.
“Untungnya hari ini tidak ada agenda pertandingan besar. Tapi kalau ada, bisa kacau total. Pengunjung akan kesulitan sekali. Akses jalan di depan gerbang utama sudah seperti kolam,” kata Budi Santoso, salah satu petugas keamanan JIS, saat dikonfirmasi.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya solusi jangka panjang untuk mengatasi rob di kawasan pesisir utara Jakarta, terutama di area infrastruktur vital seperti JIS. Pembangunan tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall) dan peningkatan kapasitas pompa air menjadi diskusi yang kembali mencuat di kalangan masyarakat dan pemerintah daerah.
Upaya Penanganan dan Proyek Jangka Panjang
Kepala Satuan Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Bapak Irwan Santoso, menjelaskan bahwa tim gabungan dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) telah dikerahkan ke lokasi.
“Kami sudah mengerahkan beberapa unit pompa mobile ke lokasi RE Martadinata untuk membantu membuang genangan air kembali ke laut. Namun, karena ini adalah rob atau air laut pasang, proses penyedotan akan efektif jika air laut sudah mulai surut,” jelas Irwan dalam keterangan persnya.
Irwan menambahkan bahwa koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus dilakukan untuk memantau waktu surutnya air laut. Diprediksi, genangan baru akan berangsur surut secara signifikan setelah pukul 14.00 WIB, seiring dengan mulai redanya fase pasang maksimum.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan kembali komitmen untuk mempercepat proyek penguatan tanggul di pesisir utara. Proyek ini meliputi pembangunan dan peninggian tanggul yang menjadi bagian dari program strategis nasional untuk melindungi Jakarta dari ancaman kenaikan permukaan air laut. Namun, hingga proyek tersebut rampung, warga pesisir dan pengguna jalan di RE Martadinata diminta untuk tetap waspada terhadap potensi rob lanjutan.
