GARIS NARASI – Bintang Timur Surabaya (BTS) mengamuk dalam lanjutan Liga Futsal Profesional Indonesia (Super League) musim 2025/2026. Menghadapi Raybit FC dalam pertandingan yang digelar di GOR Tirtayasa, Jakarta, Minggu sore, sang juara bertahan tampil dominan dan melibas lawannya dengan skor telak yang mencengangkan, 13-0. Kemenangan fantastis ini tidak hanya memperkokoh posisi BTS di puncak klasemen sementara tetapi juga menjadi pernyataan keras tentang ambisi mereka untuk mempertahankan gelar.
Babak Pertama: Dominasi dan Lima Gol
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Bintang Timur Surabaya, yang diasuh oleh pelatih veteran Hector Souto, langsung menerapkan tempo tinggi dan menekan pertahanan Raybit FC yang dipimpin oleh pemain muda minim pengalaman.
Dominasi BTS terlihat jelas. Formasi menyerang yang mengandalkan kecepatan flank dan efektivitas pivot membuat Raybit FC kesulitan mengembangkan permainan. Gawang Raybit, yang dikawal ketat sepanjang babak, akhirnya jebol pada menit ke-5 melalui skema tendangan bebas apik yang diselesaikan oleh Ardiansyah Runtuboy. Gol cepat ini membuka keran gol bagi The Red Squad.
Tidak butuh waktu lama, keunggulan BTS berlipat ganda. Pada menit ke-8, Holanda mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan rebound dari sepakan keras Samuel Eko. Gelandang serang lincah, Sunny Rizky, menambah derita Raybit pada menit ke-12 dengan gol khasnya dari jarak menengah yang tidak mampu dihalau kiper lawan.
Menjelang akhir babak pertama, lini serang BTS semakin tidak terbendung. Runtuboy mencetak gol keduanya pada menit ke-17, diikuti oleh gol penutup babak pertama dari pivot andalan, Dieguinho, di menit ke-19, menjadikan skor sementara 5-0 untuk keunggulan Bintang Timur Surabaya. Raybit FC tampak frustasi, gagal menciptakan peluang emas yang signifikan dan lebih banyak bertahan di area sendiri.
Babak Kedua: Badai Gol Belasan
Memasuki babak kedua, Raybit FC mencoba mengubah strategi dengan bermain lebih terbuka, namun keputusan ini justru menjadi bumerang. Kualitas individu dan kedalaman bench BTS membuktikan kelasnya.
Hanya dua menit berjalan di babak kedua (menit ke-22), Samuel Eko mencetak gol perdananya, memanfaatkan umpan terobosan dari Ardiansyah Nur. Pesta gol berlanjut ketika Wendell dari Brasil, yang masuk sebagai pemain pengganti, langsung mencetak brace (dua gol) cepat pada menit ke-25 dan ke-28, mengubah skor menjadi 8-0.
Pelatih Hector Souto memanfaatkan keunggulan besar ini untuk memberikan menit bermain kepada seluruh pemainnya, namun intensitas serangan tidak menurun. Pada menit ke-31, Sunny Rizky kembali mencetak gol dengan tendangan voli spektakuler dari luar kotak penalti.
Puncaknya terjadi dalam lima menit terakhir pertandingan. Pemain muda berbakat, Firman Ardiansyah, yang tampil energik, menyumbang dua gol beruntun pada menit ke-35 dan ke-37. Keunggulan 11-0 tidak membuat BTS puas.
Gol ke-12 datang dari assist brilian Samuel Eko yang diselesaikan dengan tap-in mudah oleh Runtuboy di menit ke-38, melengkapi hattrick-nya. Dieguinho menutup penderitaan Raybit FC dan memantapkan skor menjadi 13-0 pada detik-detik terakhir pertandingan, sekaligus mencetak gol keduanya.
Rekor dan Implikasi
Kemenangan 13-0 ini menempatkan Bintang Timur Surabaya sebagai tim paling produktif sejauh ini dan menjadi salah satu kemenangan dengan margin terbesar dalam sejarah Super League. Hat-trick yang dicetak oleh Ardiansyah Runtuboy menegaskan statusnya sebagai salah satu flank terbaik di Asia Tenggara.
Di sisi lain, kekalahan telak ini menjadi alarm keras bagi Raybit FC. Pelatih Raybit mengakui bahwa timnya gagal mengatasi tekanan tinggi dan kualitas pemain bintang BTS.
“Ini pelajaran yang sangat mahal. Kami harus segera mengevaluasi pertahanan dan mentalitas kami,” ujarnya pasca pertandingan.
Dengan hasil ini, Bintang Timur Surabaya kian kokoh memimpin klasemen dengan poin sempurna dari beberapa pertandingan awal, menunjukkan performa yang konsisten dan siap mempertahankan mahkota juara di musim ini.
