Garis Narasi – Ketegangan diplomatik antara China dan Jepang kembali memanas setelah Beijing mengeluarkan peringatan keras kepada warganya agar menghindari perjalanan ke Jepang. Langkah ini diambil setelah sejumlah insiden yang dianggap mengancam kepentingan nasional China di Jepang. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kementerian Luar Negeri China pada Selasa (14/11), warga China diminta untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke Jepang karena adanya peningkatan ketegangan diplomatik dan potensi ancaman terhadap keselamatan mereka.
Peringatan tersebut menyusul serangkaian peristiwa yang memicu kemarahan Beijing, yang semakin memperburuk hubungan antara kedua negara yang sudah lama tegang. China dan Jepang, meskipun memiliki hubungan ekonomi yang kuat, sering kali terlibat dalam perselisihan politik dan sejarah yang mendalam, yang kembali mencuat baru-baru ini.
Penyebab Kemurkaan Beijing
Menurut sumber-sumber diplomatik, kemarahan China berawal dari tindakan Jepang yang dianggap provokatif dan mengancam integritas teritorial serta kepentingan politik China. Salah satu penyebab utama adalah ketegangan terkait dengan kebijakan Jepang dalam menyuarakan dukungan terhadap Taiwan, yang merupakan isu sensitif bagi Beijing. Pemerintah Jepang beberapa kali mengeluarkan pernyataan yang dianggap mendukung kemerdekaan Taiwan, yang oleh China dipandang sebagai pelanggaran terhadap prinsip satu negara.
Selain itu, ketegangan semakin meningkat setelah adanya serangan terhadap diplomat China di Jepang. Pada akhir Oktober 2025, seorang diplomat China diserang di Tokyo oleh individu yang tidak dikenal, yang menyebabkan luka-luka serius pada diplomat tersebut. Meskipun polisi Jepang segera melakukan penyelidikan, serangan tersebut dianggap sebagai bagian dari rangkaian peristiwa yang menunjukkan ketidakamanan bagi warga negara China di Jepang.
Selain itu, insiden lain yang turut memicu kemarahan Beijing adalah ketegangan di Laut China Timur. Jepang beberapa kali mengajukan protes terhadap aktivitas China yang dianggap melanggar batas wilayah Jepang di Laut Jepang dan Laut China Timur. Perbedaan pandangan terkait wilayah ini telah lama menjadi sumber ketegangan antara kedua negara.
Tanggapan Pemerintah Jepang
Peringatan dari China ini menambah beban pada hubungan bilateral yang sudah rapuh antara Tokyo dan Beijing. Pemerintah Jepang, melalui juru bicaranya, menanggapi peringatan tersebut dengan menyatakan bahwa Jepang tetap berkomitmen untuk melindungi keselamatan warga negara asing, termasuk warga China, yang berada di Jepang. Jepang juga menegaskan bahwa serangan terhadap diplomat China di Tokyo pada akhir Oktober lalu adalah kejadian yang sangat disayangkan dan sedang dalam proses penyelidikan secara menyeluruh.
“Saya ingin menegaskan bahwa Jepang sangat memperhatikan keselamatan semua warga asing di negara ini. Kami akan terus berupaya menjaga hubungan baik dengan China, meskipun ada perbedaan pandangan dalam beberapa isu,” kata juru bicara Pemerintah Jepang dalam konferensi pers pada Rabu (15/11).
Namun, meskipun pemerintah Jepang berusaha meredakan ketegangan, respons dari Beijing tetap tajam. Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa mereka akan “mempertimbangkan langkah-langkah lebih lanjut” jika kondisi tidak membaik. Beijing juga meminta kepada Jepang untuk bertanggung jawab atas insiden-insiden yang dianggap merugikan China.
