Purbaya Tak Bisa Tidur: “Kirain Jadi Menkeu 31 Desember Sudah Tenang”

Purbaya Tak Bisa Tidur Kirain Jadi Menkeu 31 Desember Sudah Tenang

GARIS NARASI – Malam pergantian tahun biasanya menjadi momen perayaan bagi banyak orang, namun tidak bagi Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa. Di tahun pertamanya menjabat sebagai Bendahara Negara, Purbaya mengaku dikejutkan oleh realitas kerja di Lapangan Banteng menjelang penutupan tahun anggaran.

Dalam konferensi pers dan taklimat media yang digelar di Kantor Kementerian Keuangan pada Rabu (31/12/2025), Purbaya mengungkapkan kegelisahannya memantau detik-detik terakhir arus kas negara. Ia mengakui sempat kurang tidur karena harus memastikan realisasi penerimaan negara memenuhi target di tengah ancaman pelebaran defisit.

Kejutan di Tahun Pertama

Purbaya, yang dilantik pada September 2025 menggantikan Sri Mulyani Indrawati, menceritakan pengalamannya dengan nada santai namun penuh keseriusan. Ia mengaku sempat memiliki ekspektasi bahwa tanggal 31 Desember adalah waktu di mana pekerjaan menteri keuangan mulai melandai.

“Baru tahu saya. Saya pikir kalau Menteri Keuangan itu tanggal 31 Desember sudah tenang, rupanya belum tuh. Semalam saja saya tidak bisa tidur. Pikirannya cuma satu: uangnya masuk tidak ya? Defisitnya bisa melebar tidak ya?” ungkap Purbaya sembari berseloroh di hadapan awak media.

Kecemasan sang Menteri bukan tanpa alasan. Hingga pukul 23.59 WIB nanti malam, posisi APBN 2025 masih terus bergerak dinamis. Ia menyebutkan bahwa “detik-detik terakhir” justru menjadi masa krusial di mana banyak setoran pajak dan penerimaan negara lainnya baru masuk ke kas negara (tutup buku).

Defisit yang Melebar dan Target Pajak

Faktor utama yang membuat Purbaya terjaga adalah realisasi penerimaan pajak yang dilaporkan berada di bawah target awal. Hal ini menyebabkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sedikit melebar dari outlook awal sebesar 2,78% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Purbaya menjelaskan bahwa lesunya penerimaan pajak dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi global dan domestik yang terjadi sepanjang tahun. Untuk menjaga stabilitas, Purbaya bahkan mengambil kebijakan berani dengan menunda beberapa skema pemungutan pajak baru demi memberikan ruang napas bagi pelaku usaha.

“Beberapa upaya penarikan pajak memang saya tunda sampai ekonomi bagus. Kalau dipaksakan, saya khawatir ekonomi justru makin tertekan,” jelasnya.

Meski demikian, ia menjamin bahwa meskipun defisit melebar, angkanya tetap terjaga di bawah batas aman 3% sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Berdasarkan data terbaru per sore hari ini, defisit diperkirakan berada di level 2,75% hingga 2,8%.

Memantau Hingga Jam 12 Malam

Sebagai bentuk tanggung jawab, Purbaya bersama jajaran eselon I Kemenkeu melakukan pemantauan intensif di KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara) Jakarta I dan II. Ia memastikan seluruh sistem perbendaharaan berjalan lancar untuk memproses transaksi yang membludak di akhir tahun.

“Angkanya geser terus sampai malam ini. Kami terus berkomunikasi dengan DPR dan memastikan koordinasi antar-lembaga tetap solid. Detail kinerjanya akan kami presentasikan secara resmi minggu depan,” tambah mantan Ketua Dewan Komisioner LPS tersebut.

Selain memantau penerimaan, Purbaya juga menyoroti belanja negara yang dinilai sudah cukup optimal. Percepatan belanja oleh berbagai Kementerian/Lembaga di penghujung tahun dianggap membantu memutar roda ekonomi di daerah, termasuk alokasi dana darurat untuk pemulihan bencana di wilayah Sumatera yang baru saja terjadi.

Optimisme Menuju 2026

Walaupun mengaku sempat “deg-degan” dan tidak bisa tidur, Purbaya tetap optimis menyongsong tahun anggaran 2026. Ia menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai angka 6% di tahun depan dengan dukungan reformasi fiskal yang lebih matang.

Menutup keterangannya, Purbaya memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian Keuangan yang tetap bekerja lembur hingga pergantian tahun.

“Terima kasih untuk kerja kerasnya. Tahun depan kita harus lebih semangat lagi,” pungkasnya.