GARIS NARASI – Memasuki awal tahun 2026, wajah Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur semakin menunjukkan kemajuan signifikan. Pemerintah melalui Otorita IKN (OIKN) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menetapkan tahun ini sebagai tahun “Aktivasi Kota”. Jika tahun-tahun sebelumnya fokus pada infrastruktur dasar dan eksekutif, tahun 2026 menjadi momentum akselerasi bagi kompleks yudikatif, legislatif, hingga proyek swasta murni yang akan mengubah lanskap IKN menjadi kota yang fungsional bagi ribuan penghuninya.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pembangunan IKN telah melewati titik point of no return.
“Tahun 2026 bukan lagi tentang ‘apakah bisa’, melainkan ‘seberapa cepat’ IKN dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Jawa,” ujarnya dalam tinjauan lapangan awal tahun ini.
Berikut adalah rincian megaproyek yang sedang dikebut penyelesaiannya sepanjang tahun 2026:
1. Jantung Kekuasaan Legislatif dan Yudikatif
Setelah Istana Garuda dan Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) rampung, fokus dialihkan ke pembangunan gedung-gedung tinggi bagi lembaga tinggi negara lainnya. Tercatat ada 8 kontrak megaproyek baru yang diteken untuk memulai konstruksi masif kawasan ini:
- Kompleks Parlemen (Legislatif): Pembangunan mencakup 16 gedung yang diperuntukkan bagi DPR, DPD, dan MPR. Proyek ini ditargetkan mulai menunjukkan struktur fisiknya secara utuh pada akhir tahun ini.
- Kawasan Yudikatif: Pembangunan gedung Mahkamah Agung (MA), Mahkamah Konstitusi (MK), dan Komisi Yudisial (KY) dirancang dengan konsep smart building yang terintegrasi.
- Istana Wakil Presiden: Progres fisik per Januari 2026 telah mencapai 96,28%. Wapres Gibran Rakabuming Raka diproyeksikan akan mulai berkantor penuh di gedung ini pada kuartal pertama 2026.
2. Kompleks Rumah Ibadah dan Simbol Inklusivitas
Salah satu yang paling ikonik adalah penyelesaian Masjid Negara. Per 1 Januari 2026, progresnya telah menembus 98%. Masjid dengan desain kubah futuristik ini dijadwalkan akan digunakan untuk pelaksanaan Salat Idulfitri 2026.
Selain itu, Basilika Fransiskus Xaverius, yang merupakan basilika pertama di Indonesia, kini mencapai progres 89,30%. Pemerintah menargetkan seluruh kompleks rumah ibadah (termasuk Vihara, Pura, dan Gereja Protestan) selesai secara kolektif pada pertengahan tahun ini untuk menunjukkan wajah inklusivitas Nusantara.
3. Hunian ASN dan Infrastruktur Pertahanan
Untuk mendukung pemindahan ribuan ASN yang direncanakan mulai masif tahun ini, infrastruktur hunian menjadi prioritas utama:
- Rumah Susun ASN Tahap 2: Sebanyak 15 paket fisik baru mulai dikerjakan untuk menampung lonjakan populasi yang diprediksi mencapai 3.000 jiwa tambahan tahun ini.
- Hunian Vertikal TNI/Polri: Saat ini progres telah mencapai 93,53%. Ditargetkan selesai 100% pada pertengahan 2026 untuk memastikan keamanan kawasan inti tetap terjaga.
- Markas Polres IKN: Pembangunan 3 gedung utama di lahan seluas 3,07 hektar terus dipercepat sebagai fondasi ketertiban masyarakat sejak dini.
4. Ekosistem Komersial dan Investasi Swasta
Tahun 2026 menandai masuknya modal swasta secara fisik ke tanah Kalimantan. Beberapa proyek “jumbo” yang mulai melakukan konstruksi (groundbreaking lanjutan hingga pembangunan struktur) meliputi:
- Superblok Pakuwon Nusantara: Mencakup pusat perbelanjaan (mal), hotel, dan apartemen servis.
- Hotel Jambuluwuk Nusantara: Hotel bintang lima dengan konsep modern ethnic senilai Rp 300 miliar yang ditargetkan beroperasi secara bertahap.
- Pusat UMKM & 91 Tenant Usaha: Sebanyak 91 penyewa usaha komersial akan mulai beroperasi di titik-titik strategis Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) untuk mendukung aktivitas ekonomi warga.
5. Smart & Green Infrastructure
IKN terus mempertegas identitasnya sebagai kota hijau melalui penyelesaian:
- TPST 1 (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu): Berkapasitas 74 ton per hari dengan teknologi Waste-to-Energy yang mulai melayani pengelolaan limbah rumah tangga secara penuh tahun ini.
- Bandara Internasional Nusantara: Setelah sukses uji coba pendaratan pesawat Boeing 737-900 TNI AU pada akhir 2025, bandara ini dikebut untuk bisa melayani penerbangan komersial penuh pada tahun ini guna mempermudah akses investor dan tamu negara.
Keberlanjutan Pendanaan
Struktur finansial IKN di tahun 2026 kian mandiri dengan komposisi:
- Investasi Swasta Murni: Rp 66,5 Triliun.
- Skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha): Rp 158,73 Triliun.
- Alokasi APBN: Tetap konsisten sebagai stimulan infrastruktur utama.
Dengan target-target ambisius tersebut, IKN dipersiapkan bukan sekadar menjadi pusat birokrasi, melainkan sebuah kota yang hidup, berdenyut secara ekonomi, dan berkelanjutan secara lingkungan.
