GARIS NARASI – Mengawali tahun 2026, masyarakat yang berdomisili di sepanjang garis pantai utara Jakarta diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi banjir pesisir atau rob yang diprediksi akan berlangsung hingga tanggal 7 Januari 2026.
Fenomena alam ini bukan tanpa sebab. Kombinasi dari beberapa peristiwa astronomi yang terjadi secara bersamaan menjadi pemicu utama meningkatnya tinggi muka air laut secara signifikan di wilayah Teluk Jakarta.
Fenomena Supermoon dan Perigee Jadi Pemicu
Menurut laporan resmi dari Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok, potensi banjir rob ini dipicu oleh fenomena Fase Bulan Purnama yang bertepatan dengan Perigee, yaitu kondisi di mana Bulan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi.
Sinergi kedua fenomena ini, yang sering disebut sebagai Supermoon, menciptakan gaya gravitasi yang lebih kuat, sehingga memicu pasang surut air laut ke titik maksimum. Kondisi ini diperparah dengan curah hujan yang masih tinggi di wilayah Jakarta, yang menghambat aliran air dari daratan menuju ke laut.
12 Wilayah yang Masuk Zona Merah Rob
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa pasang air laut maksimum ini diperkirakan terjadi pada pagi hingga siang hari, tepatnya antara pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Setidaknya terdapat 12 wilayah di pesisir Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu yang diminta untuk ekstra waspada:
- Kamal Muara
- Kapuk Muara
- Penjaringan
- Pluit
- Ancol
- Kamal
- Marunda
- Cilincing
- Kalibaru
- Muara Angke
- Tanjung Priok
- Kepulauan Seribu
Pada Jumat (2/1/2026), Pintu Air Pasar Ikan di Penjaringan bahkan sempat menyentuh status Siaga 1 dengan ketinggian muka air mencapai 257 sentimeter. Selain pemukiman, banjir rob juga mulai menggenangi sejumlah infrastruktur publik, termasuk area di depan Jakarta International Stadium (JIS).
Langkah Mitigasi Pemerintah dan Masyarakat
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiagakan ribuan personel dari lintas dinas, mulai dari petugas BPBD, Dinas Sumber Daya Air (SDA), hingga petugas pemadam kebakaran untuk memantau titik-titik genangan. Pompa-pompa stasioner maupun mobile telah dipastikan dalam kondisi prima untuk menyedot genangan jika air masuk ke pemukiman warga.
Isnawa Adji juga mengingatkan warga agar memastikan sistem drainase di lingkungan rumah masing-masing tidak tersumbat sampah.
“Masyarakat pesisir perlu meningkatkan kesiapsiagaan mengingat durasi pasang tinggi bisa berlangsung beberapa hari berturut-turut,” ujarnya.
Bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat atau ingin melaporkan adanya genangan yang mengganggu aktivitas, Pemprov DKI menyediakan layanan bebas pulsa Jakarta Siaga 112 yang beroperasi 24 jam. Selain itu, warga juga dapat memantau perkembangan tinggi muka air secara real-time melalui aplikasi JAKI atau situs resmi bpbd.jakarta.go.id.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Banjir rob yang terjadi berulang kali di awal tahun ini tentu membawa dampak yang tidak sedikit bagi warga pesisir. Selain mengganggu mobilitas transportasi, rob juga berdampak pada sanitasi lingkungan. Air laut yang masuk ke pemukiman sering kali tercampur dengan air limbah, yang jika tidak segera ditangani dapat memicu masalah kesehatan seperti penyakit kulit dan diare.
Para nelayan di kawasan Muara Angke dan Cilincing juga mengaku harus lebih berhati-hati. Gelombang yang tinggi dan pasang yang tidak menentu membuat mereka harus mempertimbangkan kembali jadwal melaut demi keselamatan.
Penutup dan Imbauan
Mengingat periode waspada ini masih akan berlangsung hingga 7 Januari, warga diimbau untuk terus memantau informasi cuaca maritim dari saluran resmi BMKG dan BPBD. Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya (hoax) mengenai kenaikan air laut yang ekstrem.
Kesiapsiagaan mandiri, seperti mengamankan dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi dan memastikan instalasi listrik di rumah aman dari jangkauan air, menjadi kunci utama untuk meminimalisir kerugian materiil maupun korban jiwa.
