GARIS NARASI – Suasana tenang di fajar menyingsing di kawasan Pelabuhan Nusantara Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, mendadak berubah menjadi mencekam pada Senin pagi, 5 Januari 2026. Kobaran api hebat melalap sedikitnya 20 unit kios pedagang yang berjejer di area pelabuhan, menyisakan puing-puing hitam dan duka mendalam bagi para pemilik usaha.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 05.30 WITA ini berlangsung begitu cepat. Berdasarkan laporan di lapangan, api pertama kali muncul dari salah satu kios sebelum akhirnya merambat secara liar ke bangunan-bangunan di sekitarnya. Material bangunan yang didominasi oleh bahan semi-permanen seperti kalsiboard, papan kayu, dan atap seng membuat si jago merah dengan mudah berpindah dari satu titik ke titik lainnya.
Kronologi Kejadian: Api Membesar dalam Hitungan Menit
Saksi mata di lokasi kejadian menuturkan bahwa api mulai terlihat saat sebagian warga baru saja menunaikan ibadah salat Subuh.
“Awalnya hanya asap kecil, tapi karena angin kencang dan posisi kios yang sangat berdempetan, api langsung membesar,” ujar salah satu warga sekitar.
Upaya pemadaman dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dan pedagang setempat menggunakan peralatan seadanya sebelum armada pemadam kebakaran tiba. Namun, dinding api yang sudah terlalu besar sulit dijinakkan. Kondisi kios yang saling menempel menciptakan efek domino, di mana material kalsiboard yang kering bertindak sebagai bahan bakar yang sangat efektif bagi api.
Pihak Kepolisian Resor (Polres) Muna segera mengerahkan personel ke lokasi sesaat setelah menerima laporan. Bersama tim pemadam kebakaran dan dibantu warga, api akhirnya berhasil dilokalisir sehingga tidak merembet ke fasilitas utama pelabuhan atau pemukiman penduduk yang lebih luas.
Penyebab Diduga Kelalaian: Kompor Lupa Dimatikan
Kapolres Muna, AKBP Indra Sandy Purnama Sakti, melalui Kasi Humas Iptu Muh. Jufri, memberikan penjelasan awal terkait pemicu bencana ini. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara di tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim Inafis, api diduga kuat berasal dari aktivitas di salah satu kios pedagang.
“Dugaan awal, kebakaran dipicu oleh kompor di salah satu kios yang lupa dimatikan oleh pemiliknya. Api kemudian membesar dan menyulut material bangunan yang mudah terbakar hingga tak terkendali,” ungkap Iptu Jufri dalam keterangan resminya.
Meskipun dugaan kuat mengarah pada kelalaian penggunaan kompor, pihak kepolisian tetap melakukan olah TKP secara menyeluruh untuk memastikan apakah ada faktor lain, seperti hubungan pendek arus listrik (korsleting), yang turut berkontribusi dalam musibah ini.
Dampak Ekonomi: Kerugian Mencapai Setengah Miliar Rupiah
Meski tidak ada korban jiwa dalam tragedi ini, dampak materiil yang dialami para pedagang sangat memprihatinkan. Mayoritas pedagang tidak sempat menyelamatkan barang dagangan mereka karena api yang bergerak sangat cepat. Beberapa pedagang hanya bisa terduduk lemas meratapi tempat usaha mereka yang kini tinggal arang.
Berdasarkan taksiran sementara dari pihak berwenang, total kerugian materiil akibat hangusnya 20 kios ini mencapai sekitar Rp485 juta. Angka ini mencakup kerusakan bangunan fisik serta modal dagangan berupa barang kebutuhan pokok, pakaian, dan peralatan elektronik kecil yang dijual di area tersebut.
“Kami kehilangan segalanya dalam sekejap. Semua modal dan stok barang baru saja masuk awal tahun ini, sekarang semuanya habis tidak tersisa,” keluh salah satu pedagang yang kiosnya ludes terbakar.
Peringatan bagi Pelaku Usaha di Area Publik
Pasca insiden ini, pihak kepolisian memberikan imbauan keras kepada seluruh masyarakat, terutama para pelaku usaha yang memiliki kios di area publik dan pelabuhan. Penggunaan alat masak, kompor, dan instalasi listrik harus diperiksa secara berkala dan diawasi dengan ketat.
“Kejadian ini menjadi pelajaran berharga. Bangunan semi-permanen sangat rentan. Kelalaian kecil seperti lupa mematikan kompor atau kabel listrik yang terkelupas bisa berujung pada kerugian yang sangat fatal,” tegas pihak Polres Muna.
Saat ini, lokasi kebakaran telah dipasangi garis polisi (police line) untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Pemerintah daerah setempat juga diharapkan segera turun tangan untuk memberikan bantuan darurat serta skema relokasi bagi para pedagang agar roda ekonomi di Pelabuhan Nusantara Raha bisa kembali berputar.
