GARIS NARASI – Insanul Fahmi, pengusaha muda yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi sorotan publik akibat kasus rumah tangga yang rumit, kembali membuat pernyataan kontroversial yang memicu perdebatan luas di media sosial dan kalangan publik. Setelah sebelumnya muncul isu tentang hubungan asmara dan pengakuan kekurangan dari salah satu istrinya, kini Fahmi justru menyatakan keinginannya untuk mempertahankan kedua wanita yang berada dalam hidupnya meskipun konflik belum sepenuhnya reda dan ada laporan polisi yang masih berjalan.
Pernyataan itu disampaikan Insanul Fahmi saat ditemui media pada Sabtu, 20 Desember 2025 di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan tersebut ia menegaskan sikapnya yang tidak ingin menceraikan salah satu dari dua wanita yang dikaitkan dengannya Wardatina Mawa dan Inara Rusli meskipun hubungan itu sarat kontroversi dan sudah menuai kritikan publik.
Dua‑duanya Aku Perjuangin: Kata Insanul
“Saya tahu konsekuensinya, sebagai laki‑laki juga harus gentle dan bertanggung jawab,” ujar Insanul saat ditanya apakah ia masih ingin mempertahankan kedua hubungan tersebut.
“Kalau bisa dipertahankan, aku akan berjuang sampai titik darah penghabisan.” Menurutnya, keputusan itu bukan sekadar soal pilihan antara dua perempuan, tetapi juga soal keadilan dan tanggung jawab sebagai suami.
Fahmi menegaskan bahwa komunikasi dengan kedua pihak masih terjalin, dan ia bahkan masih memberikan nafkah serta perhatian kepada Wardatina maupun Inara, meskipun situasinya rumit dan belum ada kejelasan status resmi dari masing-masing pihak.
“Kita jalani dua‑duanya sekarang, dua‑duanya aku perjuangin,” katanya sambil menekankan kata “harus” ketika ditanya tentang perasaannya.
Pengakuan Pernikahan Siri & Tuduhan Tipu Muslihat
Sikap Fahmi belakangan ini muncul setelah publik dikejutkan dengan fakta bahwa hubungan antara dirinya dan Inara Rusli diperjelas melalui pengakuan pernikahan siri yang dilakukan pada 7 Agustus 2025. Fahmi sendiri mengakui bahwa akad nikah tersebut sudah dilakukan dan sah secara agama karena ada wali dari pihak Inara, meskipun tidak melibatkan keluarga besar.
Namun persoalan semakin memanas ketika Wardatina Mawa, yang diketahui sebagai istri sah Insanul Fahmi, melaporkan kasus dugaan perselingkuhan dan perzinahan ke Polda Metro Jaya. Mawa menyerahkan bukti berupa rekaman CCTV dan percakapan yang memperlihatkan hubungan antara Fahmi dan Inara, serta menuding adanya tipu muslihat yang dilakukan Fahmi saat mendekati Inara dengan menyatakan dirinya berstatus single.
Selain itu, kuasa hukum Inara Rusli juga menyatakan bahwa kliennya merasa menjadi korban dalam kasus tersebut, dan melaporkan balik Fahmi atas dugaan penipuan terkait status pernikahan. Dalam laporan itu diklaim bahwa Fahmi menyampaikan statusnya sebagai lajang saat pertama kali mendekati Inara, padahal ternyata masih terikat secara sah dengan Mawa.
Reaksi Publik dan Kritik Keras
Keputusan Insanul untuk mempertahankan kedua hubungan tersebut memicu kritik tajam dari publik. Banyak netizen yang menyebut tindakan tersebut sebagai upaya menghindari tanggung jawab moral dan hukum, sementara pihak lain mempertanyakan konsekuensi psikologis bagi kedua perempuan yang terlibat. Kritik terutama berfokus terhadap pernyataannya bahwa ia akan terus menjalani poligami secara bersamaan meskipun salah satu pihak Wardatina telah menyatakan ingin bercerai.
Beberapa komentator media sosial menyindir bahwa pernyataan Fahmi terlalu optimistis, bahkan tak sensitif terhadap realitas konflik emosional yang dialami kedua wanita. Sementara itu, pendukung lainnya menilai bahwa penyelesaian harmonis tetap menjadi pilihan terbaik jika semua pihak bisa berkomunikasi dan dipandu oleh pihak ketiga seperti konselor atau tokoh agama. Kritikan ini menunjukkan bagaimana kasus ini menjadi simbol problema hubungan modern yang tidak hanya bersinggungan dengan hukum, tetapi juga norma sosial dan nilai agama.
Ancaman Hukum dan Proses Penyelidikan
Sampai saat ini, proses hukum di Polda Metro Jaya masih berlanjut, meskipun belum ada tersangka resmi yang diumumkan dalam kasus perselingkuhan tersebut. Polisi dikabarkan telah menerima laporan dari Wardatina Mawa atas dugaan perselingkuhan dan perzinahan, serta bukti‑bukti yang dilampirkan termasuk rekaman CCTV dan rekam percakapan.
Pihak penyidik belum memberikan keterangan rinci, namun peristiwa ini menunjukkan bahwa persoalan rumah tangga yang awalnya bersifat privat kini berubah menjadi urusan hukum publik yang melibatkan tuduhan serius. Di tengah proses itu, Fahmi bahkan dikabarkan menempuh jalur hukum terhadap pihak lain, meskipun detailnya masih simpang siur.
Kemungkinan Penyelesaian Kedepan
Dengan konflik yang makin kompleks, banyak pihak akhirnya berharap agar keputusan terbaik bisa dicapai melalui mediasi dan dialog terbuka, bukan sekadar pernyataan publik. Para ahli hukum keluarga dan tokoh agama menyarankan agar penyelesaian dilakukan dengan memperhatikan kesejahteraan kedua perempuan dan anak‑anak yang mungkin terlibat, serta dengan cara yang tidak memperkeruh suasana.
Hingga berita ini diturunkan, Insanul Fahmi tetap pada pendiriannya untuk mempertahankan kedua hubungan dan berusaha adil, meskipun ia menyadari bahwa hasil akhirnya masih bergantung pada keputusan dari Wardatina Mawa maupun Inara Rusli.
