Pengacara Ungkap Denada Akui Ressa Anak Kandung

Pengacara Ungkap Denada Akui Ressa Anak Kandung

GARIS NARASI – Kasus hukum yang melibatkan artis Denada Tambunan kembali menjadi sorotan publik setelah kuasa hukumnya mengklarifikasi hubungan antara Denada dengan Ressa Rizky Rosano, pria 24 tahun yang menggugatnya ke Pengadilan Negeri Banyuwangi atas dugaan penelantaran anak biologis. Dalam pernyataan terbaru yang dibacakan oleh pengacara Denada, terungkap bahwa penyanyi dan selebritas tersebut mengakui Ressa sebagai anak kandung, serta selama ini telah memberikan dukungan finansial, pendidikan, fasilitas dan kasih sayang kepadanya.

Pengakuan dan Klarifikasi Kuasa Hukum Denada

Kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, dalam jumpa pers virtual menjelaskan bahwa kliennya tidak sekadar mengakui status Ressa sebagai anak, tetapi juga telah membiayai kehidupan, pendidikan, bahkan fasilitas lainnya untuk Ressa sejak kecil. Pernyataan itu sekaligus menjawab berbagai tudingan yang berkembang di masyarakat mengenai hubungan mereka selama ini.

“Mbak Denada ini bukan sekadar diakui atau tidak. Mas Ressa ini bukan sekadar diakui sebagai anak, bahkan dibiayai, difasilitasi, disekolahkan,” ujar Iqbal, dikutip dari wawancara tingkap media.

Menurut pengacara, pemberian dukungan tersebut dilakukan meski hubungan antara Denada dan Ressa tidak dekat secara fisik, karena jarak tempat tinggal yang berjauhan. Hal ini disebut sebagai salah satu alasan mengapa publik kerap tidak melihat sisi relasi keduanya.

Detail Gugatan di Pengadilan Negeri Banyuwangi

Ressa Rizky Rosano yang selama ini menyebut Denada sebagai ibu kandung telah mendaftarkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Banyuwangi pada 26 November 2025. Gugatan tersebut mencakup dugaan penelantaran anak biologis, di mana Ressa menuntut pengakuan secara hukum dan pemenuhan hak-haknya sebagai anak yang sah secara undang-undang.

Nilai tuntutan dalam gugatan ini dilaporkan mencapai Rp13,65 miliar, yang terdiri dari kompensasi biaya hidup, pendidikan, kesehatan sejak bayi hingga saat ini, serta kerugian mental terkait stigma dan tekanan psikologis karena statusnya belum diakui secara formal.

Namun, Denada lewat kuasa hukumnya menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak mencerminkan hubungan nyata antara mereka selama ini. Menurut Iqbal, Denada merasa bingung dengan gugatan itu karena dirinya selama ini merasa telah memenuhi semua tanggung jawab sebagai orang tua.

Alasan Pengacara Menanggapi Tuduhan Penelantaran

Salah satu poin utama klarifikasi dari pihak Denada adalah pembelaan terhadap tuduhan bahwa Ressa pernah hidup dalam kondisi yang kurang terurus. Tuduhan yang viral di media sosial sempat menyebut Ressa bekerja sebagai sopir demi bertahan hidup. Pengacara Denada menjelaskan bahwa hal tersebut sebenarnya merupakan bagian dari pendekatan didikan keluarga besar termasuk almarhumah Emilia Contessa, ibunda Denada demi menanamkan karakter yang kuat dan mandiri kepada Ressa.

Iqbal menegaskan bahwa semua dukungan finansial, termasuk pendidikan sekolah, transportasi, dan fasilitas lainnya bukan dibuat-buat; bukti-bukti transfer juga disebut ada sebagai pertanggungjawaban. Pihaknya mengajak publik agar melihat dari sudut pandang yang lebih luas, bukan hanya asumsi semata.

Status Mediasi dan Proses Hukum

Meski pengakuan Denada terhadap Ressa sudah jelas menurut pengacara, proses gugatan di pengadilan tetap berjalan. Mediasi antara kedua pihak telah dilakukan beberapa kali, namun belum mencapai kesepakatan akhir. Pihak Denada sempat absen dalam beberapa sesi mediasi, yang menurut pihaknya dilakukan untuk memberi ruang “cooling down” serta menjaga ketenangan proses hukum demi introspeksi bersama.

Pengacara juga menghimbau agar kedua pihak menghindari perdebatan publik yang dapat memperkeruh suasana, terutama di media sosial dan platform diskusi lainnya.

Reaksi Publik dan Komentar Selebriti

Kasus ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat umum tetapi juga sejumlah publik figur. Beberapa selebriti menyuarakan dukungan atau komentar mereka terkait kisah Ressa dan Denada, menyoroti dampak psikologis dari dinamika keluarga ini. Ada yang menyoroti pentingnya pengakuan secara hukum sebagai bagian dari identitas seseorang.

Namun pendapat publik cukup beragam, mulai dari yang mendukung Ressa hingga yang mencoba melihat dari sisi keluarga besar Denada. Diskusi tentang peran orang tua biologis, hak anak, dan tanggung jawab moral menjadi makin luas di media sosial terkait kasus ini.