Prabowo Resmikan Jembatan Kabanaran di Yogyakarta

Prabowo Resmikan Jembatan Kabanaran di Yogyakarta

GARIS NARASI – Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur DIY Sultan HB X meresmikan Jembatan Kabanaran di Kabupaten Kulon Progo, Jawa Tengah, Rabu (19/11). Saat peresmian, tampak Prabowo mengenakan pakaian kemeja safari cokelat dengan topi dan kacamata hitam. Ia didampingi sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih. Jembatan Kabanaran ini memiliki panjang 2,3 Km yang menghubungkan dua kabupaten yakni Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo.

Jembatan ini membentang di sisi Pantai Laut Selatan (Pansela). Di tengah Jembatan Kabanaran terdapat satu Gunungan berwarna coklat keemasan dengan corak ukiran batik. Adapun anggaran untuk pembangunan jembatan ini adalah sekitar Rp 860 miliar.

Setting Ceremonial di Atas Sungai Progo

Peresmian Jembatan Kabanaran berlangsung di titik tengah jembatan yang membentang di atas Sungai Progo sebagai simbol sambungan antara dua kabupaten, yaitu Bantul dan Kulon Progo. Prosesi ditandai dengan tekanan tombol sirene oleh Presiden Prabowo dan penandatanganan prasasti. Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang terlibat dalam pembangunan proyek tersebut.

Nilai Historis yang Mendalam

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyoroti makna historis kawasan Kabanaran. Dia menyebut bahwa lokasi jembatan pernah menjadi markas perjuangan Pangeran Mangkubumi dalam melawan kolonial Belanda.

Perubahan nama dari Jembatan Pandansimo menjadi Jembatan Kabanaran pun bukan sekadar simbol belaka. Proses penamaan ulang melibatkan musyawarah dengan pemerintah daerah dan Keraton Yogyakarta, serta mendapat arahan langsung dari Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dengan nama Kabanaran, jembatan ini diharapkan mencerminkan identitas historis dan kebanggaan lokal masyarakat Yogyakarta.

Angka Besar di Balik Struktur Megah

Secara teknis, Jembatan Kabanaran memiliki bentang utama sepanjang 675 meter, dengan total panjang penanganan mencapai 2.300 meter. Lebar jembatan mencapai 24 meter, dan biaya pembangunannya menembus Rp 863,72 miliar.

Pembangunan jembatan ini memakan waktu 579 hari, yaitu mulai November 2023 hingga Juni 2025, dengan melibatkan 4.578 tenaga kerja konstruksi.

Arsitektur Lokal Bertemu Infrastruktur Modern

Salah satu aspek menarik dari Jembatan Kabanaran adalah desain yang memadukan elemen lokal Jawa. Menurut laporan Kementerian PUPR, jembatan ini dirancang dengan sentuhan gunungan, rumah joglo, dan motif batik sebuah upaya untuk menghadirkan kearifan lokal di dalam struktur modern.

Selain menjadi penghubung fisik, jembatan ini diharapkan menjadi simbol integrasi budaya dan sejarah.

Dampak Ekonomi dan Pariwisata

Dalam sambutannya, Prabowo sangat menekankan aspek pariwisata. Menurutnya, jembatan tersebut akan membuka akses ke kawasan yang “sangat indah” dan kaya spiritualitas, sekaligus mendorong pembangunan fasilitas pendukung seperti hotel dan fasilitas wisata lainnya.

Dia juga menekankan bahwa pariwisata merupakan pilar ekonomi yang sangat penting karena dapat menyerap tenaga kerja dan menyumbang devisa besar.

Tidak hanya untuk wisata, Jembatan Kabanaran diyakini dapat memperkuat sektor pertanian dan logistik di wilayah selatan DIY. Infrastruktur ini diharap memperlancar distribusi hasil pertanian dan memenuhi keperluan nelayan serta petani garam di kawasan pesisir.

Konektivitas yang Lebih Baik & Pengurangan Waktu Tempuh

Dari segi mobilitas, jembatan ini memiliki fungsi vital. Sebelum keberadaan Kabanaran, arus transportasi di koridor Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) cukup menantang. Dengan jembatan ini, waktu tempuh dapat dipangkas sekitar 20 menit. Pengurangan waktu tempuh ini sangat krusial untuk memperkuat konektivitas logistik, mengurangi biaya distribusi barang, serta mempercepat mobilitas penduduk lokal dan wisatawan.

Pesan Penting dari Presiden & Harapan Pemeliharaan

Prabowo menyampaikan amanat penting agar infrastruktur seperti jembatan ini dirawat dengan baik agar manfaatnya dapat berkelanjutan. Dia menyampaikan pesan khusus kepada Kementerian Pekerjaan Umum agar proyek-proyek infrastruktur ke depannya dijalankan dengan kualitas terbaik dan efisiensi tinggi.

Momentum Nasional: Bagian dari Paket Infrastruktur Lebih Besar

Peresmian Jembatan Kabanaran tidak berdiri sendiri. Pada hari yang sama, Prabowo meresmikan empat proyek infrastruktur konektivitas lainnya secara simultan: Flyover Canguk (Jawa Tengah), Underpass Joglo (Surakarta), Underpass Gatot Subroto (Sumatera Utara), dan Jembatan Sungai Sambas Besar (Kalimantan Barat).

Total nilai investasi kelima proyek tersebut mencapai hampir Rp 1,97 triliun, dan menyerap lebih dari 10.000 pekerja konstruksi.