Rombongan Suporter Persija Dihajar di KM 39, Aksi Brutal Sekelompok OTK Makan 3 Korban

Rombongan Suporter Persija Dihajar di KM 39, Aksi Brutal Sekelompok OTK Makan 3 Korban

GARIS NARASI – Sebuah insiden kekerasan yang menghebohkan terjadi di jalan tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di KM 39, di mana rombongan suporter Persija Jakarta, Jakmania, menjadi sasaran penyerangan brutal oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK). Akibat serangan tersebut, tiga orang suporter dilaporkan menjadi korban dengan luka-luka serius, dan dua di antaranya harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Peristiwa tersebut terjadi pada malam hari, usai pertandingan antara Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Rombongan Jakmania yang kembali ke Jakarta menggunakan bus, tiba-tiba diserang saat melintasi KM 39 tol Jakarta-Cikampek. Sejumlah orang yang berada di dalam kendaraan menyerang dengan senjata tajam dan benda keras, memukuli para suporter yang berada di dalam bus. Beberapa kendaraan suporter juga mengalami kerusakan parah akibat serangan tersebut.

Salah satu korban, Ardianto (27), seorang suporter asal Cikarang yang turut dalam rombongan tersebut, menceritakan kronologi serangan.

“Kami sedang dalam perjalanan pulang dan tiba-tiba ada sekelompok orang yang menghadang bus. Mereka langsung melempar batu dan menyerang dengan senjata tajam. Beberapa teman saya terluka cukup parah,” ungkap Ardianto, yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit akibat luka di bagian kepala dan tubuh.

Ketua Jakmania Cikarang, Rendi Pratama, menyayangkan aksi kekerasan tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya sangat mengecam tindakan tersebut. Menurutnya, kejadian ini sangat merugikan dan tidak mencerminkan semangat suporternya yang selama ini dikenal penuh solidaritas dan sportivitas.

“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Kami, sebagai Jakmania, selalu mengedepankan dukungan positif kepada tim dan tidak pernah mendukung tindakan kekerasan. Tidak ada tempat bagi kekerasan dalam dunia sepak bola. Kami berharap pihak berwajib dapat segera menangkap para pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal,” tegas Rendi.

Polisi setempat, melalui Kapolsek Cikarang, AKP Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut. Beberapa petugas dari Unit Reserse Kriminal telah turun ke lokasi untuk mencari bukti-bukti dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang ada di sekitar kejadian. Polisi juga berencana untuk mengecek rekaman kamera CCTV di sekitar KM 39 untuk mendapatkan identitas para pelaku.

“Saat ini kami masih mendalami kasus ini. Kami mengimbau agar masyarakat yang mengetahui informasi lebih lanjut bisa memberikan keterangan agar pelaku segera ditangkap,” ungkap AKP Dedi.

Insiden ini menambah panjang daftar kekerasan yang melibatkan suporter sepak bola di Indonesia, yang selama ini sudah menjadi perhatian serius. Para pihak terkait, mulai dari klub, suporter, hingga aparat keamanan, diharapkan dapat lebih bersinergi untuk menciptakan atmosfer yang aman dan nyaman bagi semua pihak yang terlibat dalam dunia sepak bola, baik pemain, suporter, maupun masyarakat umum.

Sebagai bentuk solidaritas, sejumlah kelompok suporter lainnya juga mengirimkan doa dan dukungan kepada korban, berharap mereka cepat pulih dan kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan.