GARIS NARASI – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, aktivitas konsumsi masyarakat diprediksi kembali meningkat signifikan. Data terbaru memperkirakan perputaran uang di periode Nataru akan mencapai sekitar Rp120 triliun, terutama didorong oleh belanja kebutuhan liburan, tiket perjalanan, kado dan donasi akhir tahun yang menjadi tradisi tahunan masyarakat.
Fenomena belanja tinggi ini sejalan dengan semakin populernya metode pembayaran dompet digital (e‑wallet) di Indonesia. Dompet digital seperti DANA, GoPay, OVO, ShopeePay, dan lainnya memberikan kenyamanan dan kecepatan dalam bertransaksi, baik secara offline maupun online, karena hanya membutuhkan ponsel dan sambungan internet. Namun, dengan lonjakan transaksi yang masif di musim liburan, risiko penipuan digital, phishing, dan penyalahgunaan akun juga meningkat.
Pakar keamanan dan penyedia layanan dompet digital mengingatkan pengguna agar tetap waspada dan menerapkan langkah‑langkah keamanan yang tepat agar saldo tetap aman dan transaksi berlangsung dengan nyaman. Berikut lima tips utama yang perlu diingat saat menggunakan dompet digital di momen belanja akhir tahun.
- Jaga Kerahasiaan PIN dan OTP PIN Kunci Rumah Anda
Aturan dasar penggunaan dompet digital adalah tidak pernah membagikan PIN maupun kode OTP (One‑Time Password) kepada siapapun, bahkan kepada orang terdekat. PIN dan OTP merupakan kunci utama untuk mengakses akun dan menyetujui transaksi. Lembaga jasa keuangan dan dompet digital tepercaya tidak akan pernah meminta PIN atau OTP melalui pesan atau panggilan.
Jika Anda menerima kode OTP padahal tidak sedang bertransaksi, segera abaikan dan hilangkan dari perangkat Anda karena ini bisa menjadi tanda upaya pencurian akun. Selain itu, rutin mengganti PIN secara berkala dapat memperkecil risiko akses tidak sah.
- Pastikan Detail Transaksi Sudah Tepat Sebelum Dikonfirmasi
Sering kali saat sibuk memilih hadiah atau membalas transfer uang ke teman dan keluarga, pengguna kurang teliti pada nomor tujuan, nama penerima atau jumlah uang yang dikirim. Kesalahan input sekecil apa pun bisa berujung pada dana yang tidak kembali atau bahkan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Beberapa aplikasi dompet digital memiliki fitur seperti Smart Friction yang meminta konfirmasi tambahan ketika nomor tujuan terlihat mencurigakan. Manfaatkan fitur‑fitur ini untuk mengurangi risiko kesalahan transfer, terutama saat melakukan pengiriman saldo atau kado digital.
- Hindari Menggunakan Wi‑Fi Umum untuk Transaksi Keuangan
Transaksi keuangan melalui Wi‑Fi publik seperti di kafe, pusat perbelanjaan, atau hotel bisa membuka celah bagi peretas untuk mencuri informasi sensitif Anda. Jaringan publik umumnya tidak terenkripsi dengan kuat, sehingga data yang dikirim dari perangkat Anda bisa disadap oleh pihak ketiga.
Sebagai alternatif, gunakan jaringan pribadi atau data seluler Anda sendiri saat melakukan transaksi penting, seperti pembayaran atau transfer saldo. Jika terpaksa menggunakan Wi‑Fi umum, pertimbangkan memasang VPN (Virtual Private Network) sebagai lapisan proteksi tambahan.
- Aktifkan Autentikasi Multi‑Faktor (MFA)
Autentikasi Multi‑Faktor atau MFA menambahkan lapisan keamanan ekstra di luar PIN. Selain PIN, sistem ini memerlukan langkah verifikasi tambahan seperti kode keamanan melalui SMS/email atau autentikator aplikasi. Dengan mengaktifkan MFA, meskipun seseorang tahu PIN Anda, mereka tetap tidak bisa mengakses akun karena diperlukan verifikasi lain yang hanya Anda miliki.
Beberapa layanan dompet digital juga menawarkan fitur‑fitur keamanan tambahan seperti biometrik (sidik jari/Face ID) untuk membuka aplikasi, serta pengaturan batas transaksi dan notifikasi real‑time untuk setiap aktivitas di akun Anda.
- Rutin Cek Saldo dan Riwayat Transaksi
Dengan banyaknya transaksi yang terjadi di masa Nataru, pengguna sering tidak terasa lonjakan penggunaan saldo dalam akun mereka. Memantau saldo dan riwayat transaksi secara berkala membantu Anda mendeteksi aktivitas mencurigakan sedini mungkin.
Aktifkan juga notifikasi instan setiap kali transaksi terjadi, sehingga Anda segera mengetahui jika ada transaksi yang bukan dilakukan oleh Anda sendiri. Bila menemukan transaksi yang mencurigakan, segera laporkan ke layanan pelanggan penyedia dompet digital untuk ditindaklanjuti.
Risiko dan Kewaspadaan di Musim Liburan
Pakar keamanan siber juga memperingatkan bahwa scammer cenderung semakin aktif selama musim belanja liburan, dengan metode yang semakin canggih seperti phishing melalui email atau pesan yang tampak resmi, hingga kampanye iklan palsu yang menjanjikan diskon besar.
Beberapa bentuk penipuan bahkan bisa datang melalui pesan tak terduga yang mendorong pengguna mengklik tautan berbahaya atau memasukkan informasi pribadi mereka di situs palsu. Oleh karena itu, selalu lakukan verifikasi terhadap semua tautan, promo atau pesan yang Anda terima sebelum melakukan transaksi.
