GARIS NARASI – Provinsi Bali tidak lagi hanya dikenal dengan pantai pasir putih dan pura bersejarahnya. Sejak akhir tahun 2024 dan memasuki tahun 2025, perhatian dunia mulai beralih ke dataran tinggi Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Di sana, berdiri megah Taman Teknologi Komunikasi Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali, sebuah mahakarya arsitektur yang menggabungkan fungsi infrastruktur telekomunikasi dengan destinasi wisata modern berstandar global.
Ikon Baru di Ketinggian 1.636 MDPL
Berdiri kokoh di atas lahan seluas puluhan hektar dengan ketinggian lokasi mencapai 1.636 meter di atas permukaan laut (mdpl), Turyapada Tower memiliki tinggi struktur sekitar 115 meter. Proyek yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Bali ini dirancang bukan sekadar untuk fungsi teknis, tetapi sebagai simbol kemajuan teknologi yang tetap berpijak pada kearifan lokal.
Nama “Turyapada” diambil dari filosofi Bali yang melambangkan hubungan harmonis antara alam semesta (Akasa-Pertiwi). Secara visual, desain menara ini mengadopsi bentuk Orti dan Bale Kul-kul, instrumen komunikasi tradisional masyarakat Bali, yang kini ditransformasikan ke dalam bentuk menara baja modern yang tahan gempa hingga magnitudo tinggi.
Fasilitas Wisata Modern nan Futuristik
Sebagai destinasi wisata, Taman Teknologi Komunikasi ini menawarkan pengalaman yang belum pernah ada sebelumnya di Pulau Dewata. Pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas mutakhir, di antaranya:
- Restoran Berputar 360 Derajat: Terletak di bagian atas menara, restoran ini memungkinkan pengunjung menyantap hidangan sambil menikmati pemandangan panorama Bali Utara, mulai dari garis pantai Buleleng hingga tiga danau ikonik (Buyan, Tamblingan, dan Beratan).
- Jembatan Kaca & Skywalk: Bagi pencinta adrenalin, wahana jembatan kaca di ketinggian menawarkan sensasi “berjalan di atas awan” dengan pemandangan jurang dan hutan hijau di bawahnya.
- Planetarium Digital: Fasilitas edukasi astronomi yang menggunakan teknologi proyeksi terkini untuk mempelajari rasi bintang dan benda langit.
- Museum Teknologi Komunikasi: Menampilkan sejarah perkembangan alat komunikasi di Bali, dari masa tradisional hingga era digital 6.0.
- Area Penataan Kawasan: Taman bunga yang tertata rapi, area bermain anak, dan jalur pedestrian yang ramah lingkungan.
Solusi Digital untuk Bali Utara
Selain sisi pariwisata, fungsi utama Turyapada Tower adalah sebagai pusat transmisi telekomunikasi terpadu. Selama puluhan tahun, wilayah Bali Utara sering mengalami kendala sinyal (blank spot). Menara ini kini menjadi pusat pemancar TV digital terestrial, layanan seluler 5G, serta internet pita lebar.
Hingga Desember 2025, tercatat lebih dari 22 stasiun televisi telah memanfaatkan infrastruktur ini untuk menyiarkan konten berkualitas tinggi ke seluruh pelosok Buleleng, Karangasem, hingga Jembrana tanpa memerlukan antena parabola yang mahal.
Target Operasional Penuh dan Dampak Ekonomi
Meskipun telah dibuka secara terbatas sejak awal 2025, pembangunan tahap kedua yang mencakup penyempurnaan fasilitas planetarium dan penataan taman terus dikebut. Pemerintah Provinsi Bali menargetkan seluruh kawasan Taman Teknologi ini akan beroperasi secara penuh pada tahun 2026.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali menyatakan bahwa antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Kuota kunjungan gratis yang disediakan melalui sistem pendaftaran daring seringkali penuh hingga berbulan-bulan ke depan. Hal ini membuktikan bahwa konsep Smart City dan Smart Tourism yang diusung Pemprov Bali berhasil menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kehadiran Turyapada Tower diharapkan mampu menyeimbangkan ketimpangan ekonomi antara Bali Selatan dan Bali Utara. Dengan adanya destinasi ini, sektor UMKM di sekitar Buleleng mulai menggeliat, menciptakan lapangan kerja baru, dan mendorong pertumbuhan penginapan serta restoran lokal.
